Transportasi Kampung Seberang

SAMPIT_Kapal merupakan kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut, sungai, dan di perairan lainnya. Seperti halnya sampan atau perahu yang lebih kecil. Kapal biasanya cukup besar untuk membawa perahu kecil seperti sekoci. Menurut Undang-undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah.
Rute penyeberangan Sampit ke Mentaya Seberang saat ini di layani oleh 1 Kapal yang berbahan kayu dan dilengkapi dengan 2 buah mesin berkekuatan 22 HP, dengan kapasitas muat 30 orang penumpang. Jam Operasional pelayanan pada rute tersebut dimulai dari Pukul 06.00 Wib s/d 18.00 wib. Rute penyeberangan ini merupakan rute tercepat untuk menjangkau kota Sampit dari kecamatan Seranau, sehingga menjadi pilihan prioritas oleh masarakat di mentaya seberang untuk melakukan aktifitas baik perekonomian, pendidikan maupun sosial kemasyarakatan. Sehingga posisinya menjadi sangat strategis untuk mendukung pertumbuhan Kecamatan Seranau menjadi kecamatan yang lebih berkembang. Secara geografis ibu Kota kecamatan Seranau sangat dekat dengan ibu kota Kabupaten. Data pada bulan Januari s/d Juli 2017 dapat dilihat tingkat perjalanan masyarakat yang memanfaatkan transportasi ini sangat tinggi, untuk penumpang 28.774 orang dan untuk roda dua berjumlah 27.138 kendaraan. Dengan rata-rata 4.110 penumpang/bulan dan untuk kendaraan 3.876 motor/bulan.

KM.Mentaya bersandar di Dermaga Sampit.

Dari survey yang pernah dilakukan, permintaan layanan kapal penyeberangan ini sangat tinggi, namun karena kondisi yang terbatas, belum dapat mengakomodir untuk penambahan jumlah armada. Dan telah di masukkan dalam rencana kerja Dinas Perhubungan tahun 2018. Begitu halnya dengan KM Mentaya yang setiap harinya digunakan untuk transportasi penyebrangan warga Sampit dan sekitarnya. Seperti yang di sampaikan oleh, Surya Said pengelola kapal penumpang KM. Mentaya Rabu (13/09/17). Menurut beliau, kapal penumpang ini sudah ada sejak dulu. Kapal ini, setiap harinya mengangkut penumpang dari Sampit ke Kampung Sebrang atau sebaliknya dari Kampung Sebrang ke Sampit. Tarif penyebrangan ini relatif cukup murah dengan biaya 2.000 untuk tarif anak-anak sekolah, 5.000 untuk tarif umum, dan 150.000 untuk mobil. Akan tetapi dari banyaknya penumpang setiap hari yang paling banyak hanya penumpang orang, barang, dan motor sedangkan untuk mobil hanya sesekali saja.

Aktivitas warga yang sedang naik ke KM.Mentaya.
Aktivitas warga saat naik ke KM.Mentaya

“KM Mentaya ini hanya biasa mengangkut penumpang maksimal 30 orang, tetapi terkadang bisa lebih bisa juga kurang. Setiap harinya kurang lebih KM Mentaya bisa beroperasional 10-16 kali, tetapi itu tidak pasti juga. Selain itu KM Mentaya juga dilengkapi dengan peralatan keamanan, seperti pelampung, baju renang, pemadam kebakaran, asuransi jiwa juga asuransi untuk kendaraan. Tidak hanya untuk penyebrangan penumpang akan tetapi KM Mentaya juga bisa digunakan untuk membantu masyarakat seperti halnya menyeberangkan apabila ada yang meninggal. Keluhan dari KM Mentaya ini yakni, pelabuhan yang ada di Kampung Seberang terlalu masuk ke dalam sehingga menjadikan kapal susah untuk bersandar, kalau bisa pelabuhan yang dari Kampung Seberang dibuat menjorok ke sungai agar kapal bisa bersandar dengan baik, juga kalau bisa kapalnya diganti dengan kapal besi agar lebih bagus lagi dan tarif perdanya juga di ubah apabila sudah menggunakan kapal dari besi “, ungkap Surya Said.

Aktivitas warga saat turun dari KM.Mentaya
KM.Mentaya berangkat dari Dermaga Sampit.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: