Kunjungan Ditjen Perhubungan Darat di Dishub Kotim

SAMPIT_Jumat Pagi, 22/10/17. Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur mendapat kunjungan dari Kepala Sub. Direktorat Pelabuhan Sungai dan Danau Direktorat Prasarana Perhubungan Darat (Ditjen Perhubungan Darat), Bapak Hardi Sukarlianto dan Bapak Dr. Ir. M. B Wibowo, MM, M. Si dan didampingi oleh Kepala Balai BPTD Palangkaraya. Ini merupakan kunjungan pertama ke sampit yang dilaksanakan oleh beliau.
Adapun kegiatan tersebut guna monitoring kegiatan pembangunan Pelabuhan Sungai Danau yang sedang berjalan serta memonitoring lokasi pelabuhan yang perlu ditingkatkan lagi. Dishub Kotim menjadi salah satu daerah yang dikunjungi karena mempunyai potensi besar untuk angkutan sungai maupun penyeberangan sungai. Selain itu, perlu ditingkatkan dari sisi keselamatan. “Kita menginventarisasi supaya dermaga supaya dapat ditingkatkan dari sisi keamanan dan keselamatannya”, ungkap bapak Hardi.

Kunjungan Ditjen Perhub darat di ruang Kadishub.

Kepala UPTD ASD Sampit Dishub Kotim Bapak Agus Budiono, SE menambahkan terkait kunjungan tersebut yakni untuk “mensurvei, mengecek infrastruktur dan memberikan peluang kepada Dishub Kotim tentang apa yang diperlukan, serta memantau langsung armada terkait kelaikan dan keamanannya. Untuk itu di perlukan perlengkapan keselamatannya misalnya seperti pelampung, jaket, dan lain-lain.” ungkapnya.

Kemudian hal lain yang menjadi perhatian yaitu pembangunan pelabuhan sungai yang ada di kecamatan Mentaya Hilir Selatan (Sri Ijum Raya). Dimana kedepannya akan dibangun pelabuhan sungai yang akan membantu nelayan mengangkut perikanan dengan kapal yang lebih besar lagi dan juga tempat pengawetan ikan yang bekerjasama antara nelayan dengan kementerian kelautan. Mudah-mudahan ini bisa terwujud sehingga nantinya akan mirip seperti yang ada di Muara Angke. Selain itu, mereka melakukan kunjungan ke Kabupaten Kotawaringin Timur juga memberikan pembinaan. Terutama melihat fakta di lapangan yaitu adanya beberapa titik penyeberangan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat. Sangat disayangkan karena dari segi keselamatan kurang terjamin. Sehingga untuk ke depannya akan ditentukan regulasi tentang lintas dan titik-titik penyeberangannya.

Kadishub bersama Ditjen Perhub Darat meninjau kapal penyebrangan di Sampit.

Juga melihat lokasi penyeberangan dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang hingga Kecamatan Seranau dengan kapal yang terbuat dari kayu ulin. Harapan kami untuk ke depannya semoga bisa diganti semacam Kapal LCT (Landing Craft Tank). Untuk itu perlu adanya studi terkait pengadaan kapal LCT tersebut, karena dari segi keselamatannya lebih memadai. Selain itu juga melihat rencana studi terminal barang, mudah-mudahan juga dapat terwujud sehingga Kotim akan memiliki terminal peti kemas. Adanya terminal peti kemas tersebut dapat memberikan dampak positif untuk terciptanya tertib lalu lintas, karena pada nantinya bongkar muat tidak dilaksanakan di bahu jalan lagi sehingga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan bisa terwujud.

Kadishub dan Ditjen Perhub Darat meninjau di dalam kapal.

Karena itu dengan adanya kunjungan dari Kementerian Perhubungan yang membidangi hal ini untuk memastikan apakah memang benar-benar dibutuhkan atau tidak. Namun, “saya yakin kita sangat membutuhkan apa, seperti pengembangan dermaga dan kapal LCT terutama pada angkutan penyeberangan yang dikelola oleh masyarakat. Hal ini sangat riskan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena dengan berbekal hal yang demikian tingkat keselamatan dan kelaikannya sangat diragukan. Tapi apa hendak dikata, “tak ada rotan akar pun jadi” namun kita tetap berdoa dengan adanya kunjungan ini selain kita dapat belajar dan diberikan banyak masukan mudah-mudahan terealisasi sesuai harapan, serta tetap mandapat dukungan dari mereka (Kemenhub) “ujar Kadishub Kotim “Bapak Drs. H. Fadlian Noor, MM.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: