Mitra Keselamatan di Jalan Raya: Edukasi Tertib Berlalu Lintas Bagi Komunitas Ojek Online
SAMPIT — Kehadiran transportasi berbasis aplikasi atau ojek online (ojol) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi perekonomian masyarakat modern. Dengan jam operasional yang tinggi dan mobilitas yang terus mengalir dari pagi hingga malam, para pengemudi ojek online merupakan salah satu pengguna jalan paling aktif di kawasan perkotaan.
Mengingat tingginya intensitas keberadaan pengemudi ojol di jalan raya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya melalui Bidang Pembinaan Keselamatan dan Perparkiran, terus mengintensifkan program edukasi tertib berlalu lintas yang difokuskan kepada komunitas ojek online. Langkah ini menjadi krusial guna menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus menjadikan pengemudi ojol sebagai pioneer (pelopor) keselamatan berkendara di jalan raya.
Mengapa Komunitas Ojek Online Menjadi Fokus Utama Edukasi?
Pengemudi ojek online memiliki peran ganda yang sangat strategis di jalan raya. Di satu sisi, mereka adalah penyedia jasa layanan transportasi penumpang dan pengiriman barang yang mengandalkan efisiensi waktu. Namun di sisi lain, tingginya tekanan target dan risiko kelelahan di jalan dapat memicu perilaku berkendara yang rentan membahayakan keselamatan.
Beberapa latar belakang pentingnya edukasi keselamatan bagi komunitas ojol meliputi:
-
Tingginya Risiko Keterpaparan di Jalan (High Exposure): Menghabiskan waktu berjam-jam di jalan raya membuat pengemudi ojol memiliki tingkat risiko keterpaparan terhadap insiden kecelakaan jauh lebih tinggi dibanding pengendara biasa.
-
Tuntutan Kecepatan vs. Keselamatan: Tekanan waktu untuk mengantar pesanan atau penumpang sering kali memicu pelanggaran sengaja, seperti menerobos lampu merah, melintasi batas kecepatan, atau menggunakan ponsel saat berkendara.
-
Peran Pelopor Ketertiban (Role Model): Kedisiplinan dan kerapian para pengemudi ojol saat berkendara maupun saat menunggu pesanan (ngetem) berpotensi memberikan contoh positif bagi pengguna jalan lainnya.
Dinas Perhubungan memandang komunitas ojek online bukan sekadar sasaran penertiban, melainkan sebagai mitra strategis dalam menciptakan ketertiban umum.
Melalui komunikasi dua arah, Dishub mengajak para ketua komunitas dan korlap ojol untuk bersama-sama membangun budaya saling mengingatkan antar-anggota di lapangan.
Melalui edukasi dan pembinaan yang berkesinambungan dari Bidang Pembinaan Keselamatan dan Perparkiran Dishub, diharapkan komunitas ojek online di Kabupaten Kotawaringin Timur makin solid, profesional, serta menjadi gawang terdepan dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, lancar, dan berkeselamatan.


