Dishub Kotim Imbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Penyeberangan Ferry Sungai Saat Kabut Asap
Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa penyeberangan ferry sungai, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kabut asap. Kondisi kabut asap yang mengurangi jarak pandang di perairan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga keselamatan penumpang dan awak kapal harus menjadi prioritas utama.
Salah satu langkah penting yang ditekankan adalah kewajiban menggunakan life jacket atau jaket pelampung bagi seluruh penumpang. Penggunaan alat keselamatan tersebut sangat penting untuk mengantisipasi keadaan darurat selama penyeberangan. Penumpang juga diharapkan mengikuti arahan nahkoda dan ABK serta mematuhi seluruh petunjuk keselamatan yang diberikan petugas.
Selain itu, nahkoda dan operator ferry diimbau untuk menyalakan lampu navigasi dan menggunakan lampu sorot atau senter ketika jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Kecepatan kapal juga perlu dikurangi agar nahkoda memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi potensi bahaya, termasuk keberadaan kapal lain, benda di perairan, maupun kondisi jalur penyeberangan yang sulit terlihat.
Dishub Kotim juga menekankan agar penyeberangan ditunda apabila jarak pandang kurang dari 100 meter. Kapal sebaiknya tidak dipaksakan untuk berlayar hingga kondisi kabut asap menipis dan jarak pandang kembali aman. Keputusan tersebut merupakan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan melindungi keselamatan seluruh pengguna jasa penyeberangan.
Kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas transportasi darat, tetapi juga dapat berdampak terhadap keselamatan transportasi sungai. Oleh karena itu, diperlukan kedisiplinan dan tanggung jawab dari seluruh pihak, baik pengelola penyeberangan maupun masyarakat yang menggunakan jasa ferry.
Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan prosedur keselamatan dan selalu mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan perjalanan. Operator penyeberangan juga diharapkan memastikan kondisi kapal, perlengkapan keselamatan, serta kesiapan awak kapal sebelum melakukan pelayaran.
Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan memaksakan pelayaran saat jarak pandang terbatas. Gunakan life jacket, patuhi arahan nahkoda dan ABK, serta pastikan kondisi perairan aman sebelum melakukan penyeberangan.



