Survei Lapangan Dampak Obstacle Bandara H. Asan Sampit


SAMPIT – Dalam rangka menjaga keselamatan penerbangan serta memastikan kesesuaian tata ruang di sekitar kawasan Bandara H. Asan Sampit, tim gabungan melaksanakan kegiatan survei lapangan terhadap objek-objek yang berpotensi menjadi obstacle (halangan) pandangan dalam pengawasan dari menara pantau atau Air Traffic Control Tower (ATCT) oleh AirNav yang dapat membahayakan pendaratan dan lepas landas pesawat. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara langsung kondisi di lapangan, sekaligus memverifikasi data yang telah ada sebelumnya.
Kegiatan ini melibatkan instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Pihak Otoritas Bandara, Dinas Pertanian, Lurah Baamang Hulu serta unsur teknis lainnya. Survei dilakukan di sejumlah titik yang terindikasi memiliki pepohonan yang masuk dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pengukuran ketinggian objek, pencatatan koordinat, serta dokumentasi visual sebagai bahan evaluasi. Hasil survei ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi penanganan, baik berupa penertiban, pemangkasan, maupun penyesuaian terhadap ketentuan yang berlaku.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait pentingnya menjaga kawasan bebas obstacle demi mendukung operasional bandara yang aman dan lancar.
Dinas Perhubungan berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan dapat meningkat dalam menjaga keselamatan penerbangan dan penataan ruang wilayah yang sesuai dengan regulasi.


